SokoLokal

Yuli Astuti, Pemenang Pertapreneur Aggregator 2024 Berhasil Bawa Muria Batik Kudus ke Pasar Mancanegara

Muria Batik Kudus saat ini menjadi aggregator bagi 10 UMKM, gandeng delapan disabilitas, dan tempat magang bagi siswa SMK berkebutuhan khusus di Kudus.

By Rosmery C Sihombing  | Sokoguru.Id
15 Juli 2025
<p>Yuli Astuti, sosok di balik Muria Batik Kudus, dinobatkan sebagai salah satu pemenang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024. (Dok. Pertamina)</p>

Yuli Astuti, sosok di balik Muria Batik Kudus, dinobatkan sebagai salah satu pemenang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024. (Dok. Pertamina)

SOKOGURU, KUDUS- Sejak mendirikan Muria Batik Kudus pada 2005, Yuli Astuti tiada henti menunjukkan komitmennya dalam melestarikan batik. Ia juga memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas di wilayahnya.

“Saya ingin melatih mereka supaya bisa mandiri,” ujarnya di sela kegiatan Sustainability Implementation Mentoring yang digelar bagi para pemenang program Pertamina Pertapreneur Aggregator.

Yuli memang salah satu pemenang dalam ajang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024. Namun pencapaian Yuli tak hanya sekadar membawa pulang penghargaan. 

Baca juga: Tembus Pasar Jepang, 10 UMKM Binaan Pertamina Tampil di World Expo Osaka 2025

Ia terus berkarya membangkitkan kembali Batik Kudus yang pernah berada di ujung kepunahan, seiring minimnya minat generasi muda untuk meneruskan tradisi membatik. Yuli menolak menyerah.

Yuli aktif mendidik anak-anak muda di lingkungannya agar terampil menggunakan canting dan menghasilkan karya batik.

Hasilnya, belasan tahun kemudian, generasi baru pembatik mulai bermunculan berkat tangan Yuli yang melatih sendiri para anak muda tersebut. 

Baca juga: Lewat Program Inovatif GUD X Ubuki, Pertamina Drilling Ubah Seragam Bekas Jadi Produk Bergaya

Tak hanya fokus pada pelestarian budaya, Yuli juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan perempuan. Di Muria Batik Kudus, para ibu dilatih membatik sambil tetap menjalankan peran mereka di rumah. Bahkan mereka bisa bekerja dari rumah masing-masing.

“Waktu kerjanya sangat fleksibel agar mereka bisa menjaga keseimbangan antara kerja dan keluarga,” jelasnya dalam keterangan resmi Kementerian BUMN, Selasa, 15 Juli 2025.

Inklusivitas menjadi nilai utama yang diusung Muria Batik Kudus. Di tempat itu, penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus, hingga lansia turut diberikan ruang untuk berkarya.

Baca juga: Move Leather Garut Tembus Pasar Internasional Berkat Program Pertamina UMK Academy

Saat ini, Muria Batik Kudus menjadi aggregator bagi 10 UMKM, menggandeng delapan disabilitas, serta menjadi lokasi magang bagi siswa SMK berkebutuhan khusus di Kudus.

Mayoritas UMKM yang tergabung berasal dari sektor industri kreatif dan tekstil.

Atas dedikasinya, Yuli menerima hibah alat produksi senilai Rp70 juta dari PT Pertamina (Persero) melalui Pertapreneur Aggregator 2024.

Tak hanya itu, Muria Batik Kudus menyabet dua gelar sekaligus: Juara 3 dan Pemenang Kategori Pemberdaya Inklusif.

Pengalaman mengikuti program tersebut diakui Yuli sangat berharga.

Ia mendapat banyak ilmu untuk mengembangkan usahanya, mulai dari strategi bisnis hingga membangun kolaborasi dengan UMKM lain.

Ia pun menargetkan untuk merangkul 10 hingga 15 UMKM tambahan ke dalam ekosistem Muria Batik Kudus.

Selain itu, Yuli juga menerima alat pengolah limbah yang membuat proses produksinya lebih efisien dan ramah lingkungan.

Jika sebelumnya limbah diolah secara manual dan memakan waktu lama, kini prosesnya jauh lebih cepat dan tidak mencemari lingkungan.

“Limbah kami sekarang tidak mencemari lingkungan dan bisa digunakan lagi,” imbuhnya.

Buah kerja keras dan nilai inklusif yang diusung Yuli pun kini menembus pasar mancanegara. Produk Muria Batik Kudus telah dinikmati konsumen di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Thailand.

Batik-batik tersebut merupakan hasil karya para perempuan, anak muda, dan kelompok rentan yang Yuli bina dengan penuh dedikasi.

Pertamina Pertapreneur Aggregator sendiri merupakan inisiatif untuk mencetak pelaku UMKM yang dapat menjadi penggerak bagi usaha kecil lainnya agar naik kelas.

Program tersebut diikuti oleh lulusan UMK Academy, program pendampingan yang juga digagas Pertamina.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan, Pertamina berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM.

“Pertamina percaya bahwa kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah kolaborasi dan keberpihakan pada kelompok rentan. Inisiatif seperti Muria Batik Kudus menjadi contoh inspiratif bagaimana pelestarian budaya lokal bisa sejalan dengan inklusi sosial dan pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Fadjar juga menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo, terutama poin ketiga yakni menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta membangun industri kreatif nasional yang berdaya saing tinggi. (SG-1)